Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans
Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans
T. Ayu,Haris Munandar Nasution,Y. P. Rahayu,Muhammad Amin Nasution
Abstract
Latar Belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang umum disebabkan oleh Streptococcus mutans. Penggunaan obat kumur antiseptik berbahan alami seperti daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) berpotensi sebagai alternatif, karena mengandung senyawa antimikroba (alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin). Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri sediaan obat kumur ekstrak etanol daun senduduk terhadap S. mutans dan mengevaluasi karakteristik fisik sediaannya. Metode: Penelitian eksperimental ini meliputi: (1) pembuatan ekstrak etanol daun senduduk dengan maserasi menggunakan etanol 96%, (2) karakterisasi simplisia dan skrining fitokimia, (3) formulasi tiga konsentrasi obat kumur (2,5%; 5%; 7,5%), (4) evaluasi sediaan (organoleptis, pH, viskositas), dan (5) uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil: Sediaan obat kumur memenuhi kriteria fisik berupa cairan berwarna coklat muda–tua, pH 6,33–6,43, dan viskositas 4,833–5,726 cps. Uji antibakteri menunjukkan efek dependen dosis, dengan zona hambat tertinggi pada formula 7,5% (18,53 mm; kategori kuat). Kesimpulan: Ekstrak daun senduduk berpotensi sebagai bahan aktif antibakteri dalam obat kumur herbal terhadap S. mutans secara in vitro, namun diperlukan uji lanjutan (in vivo/klinis) untuk memvalidasi klaim terapeutik.
