Tafsir Qur'an Berbahasa Nusantara (Studi Historis terhadap Tafsir Berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh)
Tafsir Qur'an Berbahasa Nusantara (Studi Historis terhadap Tafsir Berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh)
Edi Komarudin,M. Nurhasan,Ice Sariyati,I. Solihin
Abstract
Fenomena penafsiran al-Qur’an di Nusantara telah muncul sejak abad ke-19 M, dengan menggunakan bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini membahas dan menelaah jenis tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana terjadinya proses penerjemahan dan penafsiran al-Quran di nusantara serta bagaimana sejarah tafsir al-Qur’an berbahasa Nusantara? Penelitian ini berjenis kualitatif, penelitian kepustakaan (library research dengan menggunakan metode deskriptif . Sumber data utama ialah kitab-kitab tafsir berbahasa Sunda, Jawa, dan Melayu. Kerangka proses yang dipergunakan adalah hermeneutika pola Gadamer yang dipolarisasi menjadi: Pra‑Konsepsi, Teks (Konteks) dan Produksi Makna. Adapun hasil penelitiannya adalah: 1) Di Nusantara tafsir al-Quran didominasi oleh masayarakat “Jawa”, disebabkan faktor mendapat barokah guru, politik dan ekonomi, 2) Sejarah penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara sangat berkaitan dengan masalah sosial yang dihadapi oleh para penulis tafsir. Pristiwa dan problema sosial menyertai pola penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara.
