UPDF AI

REPRESENTASI SHAMANISME PADA MASYARAKAT KOREA MODERN DALAM FILM MAN ON THE EDGE (BAKSUGOENDAL)

Suyanti N

2024 · DOI: 10.47313/aksarabaca.v2i2.3177
0 Citations

Abstract

ABSTRAKShamanisme Korea (muism) merupakan salah satu kepercayaan dengan sejarah panjang yang masih ada di tengah masyarakat Korea hingga saat ini. Di balik kemajuan teknologi, masyarakat Korea masih memercayai keberadaan shamanisme yang berakar kuat dan merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang dilindungi oleh pemerintah Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk menjelaskan keberadaan shamanisme Korea dalam objek data, yaitu film bergenre komedi berjudul Man On The Edge (Baksugoendal). Teori yang digunakan adalah ‘Shamanisme Korea (muism)’ dari Kim Tae-kon dan teori ‘Representasi’ Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Korea modern masih menjadikan nilai-nilai shamanisme sebagai alternatif pemecahan masalah serta budaya religi yang masih dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Shamanisme Korea pada film juga direpresentasikan secara konstruksionis dalam bentuk adegan dan dialog yang menggambarkan tipe-tipe mudang (무당), prosesshinbyeong (신병), serta praktik ritual (굿) di tengah masyarakat Korea modern. Kata kunci: representasi, shamanisme Korea, mudang, shinbyeong, gut ABSTRACTKorean shamanism (muism) is a belief with a long history that still exists in Korean society today. Behind technological advances, Korean people still believe in the existence of shamanism which has deep roots and isone of the intangible cultural heritages protected by the South Korean government. This research uses a qualitative descriptive method with a literature study approach to explain the existence of Korean shamanism inthe data object, namely the comedy genre film entitled Man On The Edge (Baksugoendal). The theories used are Kim Tae-kon's 'Korean Shamanism (muism)' and Stuart Hall's 'Representation' theory. The research results show that modern Korean society still uses shamanistic values as an alternative solution to problems and religious culture is still practiced in everyday life. Korean shamanism in the film is also represented in a constructionist manner in the form of scenes and dialogue that describe the types of mudang (무당), the shinbyeong process (신병), and ritual practices (굿) in modern Korean society. Key words: representation, Korean shamanism, mudang, shinbyeong, gut