UPDF AI

PRINSIP PENDIDIKAN INKLUSIF RASULULLAH : RELEVANSI HADIS DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN RAMAH DISABILITAS

U. Musyarofah,Salwa Hajar,2 Authors,M. Suyudi

2025 · DOI: 10.30651/sr.v9i02.26307
Studia religia. Jurnal pemikiran dan pendidikan islam · 0 Citations

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan paradigma penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil, adaptif, dan ramah bagi semua peserta didik, termasuk mereka yang menyandang disabilitas. Dalam konteks Islam, nilai-nilai pendidikan inklusif tidaklah asing, bahkan telah terimplementasi sejak masa kenabian Rasulullah SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip pendidikan inklusif yang tercermin dalam hadis Nabi, khususnya yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Malik dalam al-Muwaṭṭa’, dan Imam Ibnu Majah. Ketiga hadis tersebut menggambarkan interaksi langsung Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabat penyandang disabilitas seperti Abdullah bin Ummi Maktum, serta sikap profetik beliau dalam memberikan peran, penghargaan, dan tanggung jawab keagamaan kepada mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis) dan interpretasi tematik (thematic interpretation) dalam memahami makna-makna hadis secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti pengakuan martabat manusia, keadilan fungsional, pemberdayaan sosial, serta penghapusan hambatan struktural terhadap penyandang disabilitas telah menjadi bagian dari kebijakan pendidikan Rasulullah SAW. Temuan ini dikuatkan dengan teori social model of disability, capability approach dari Amartya Sen, serta kerangka maqāṣid al-syarī‘ah yang menempatkan perlindungan jiwa, akal, dan martabat manusia sebagai tujuan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai profetik dalam pengembangan pendidikan inklusif sangat relevan untuk memperkuat transformasi sistem pendidikan nasional menuju sistem yang lebih humanis, inklusif, dan transformatif.

Inclusive education is a vital paradigm in establishing an equitable, adaptive, and disability-friendly educational system. Within the Islamic context, the values of inclusive education are neither foreign nor novel; they were already practiced during the prophetic era of the Prophet Muhammad SAW. This study aims to explore the principles of inclusive education reflected in the Prophetic traditions (ḥadīth), particularly those narrated by Imam Tirmidzi Imam Malik in al-Muwaṭṭa’, and Imam Ibn Majah. These narrations illustrate the Prophet’s interactions with companions with disabilities, such as ‘Abdullah ibn Umm Maktūm, and his prophetic attitude in granting them roles, dignity, and religious responsibilities. The research employs a qualitative descriptive approach through content analysis and thematic interpretation to extract contextual meanings from the hadiths. The findings reveal that principles such as recognition of human dignity, functional justice, social empowerment, and structural accommodation of persons with disabilities were foundational to the Prophet’s educational practice. These insights are reinforced by the social model of disability, Amartya Sen’s capability approach, and the Islamic legal framework of maqasid syariah, which upholds the protection of life, intellect, and human dignity as fundamental objectives. The study concludes that integrating prophetic values into the development of inclusive education is highly relevant to transforming the national education system into one that is more humanistic, inclusive, and transformative.