Peran PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dalam Meningkatkan Viabilitas Benih Rosella (Hibicus sabdariffa L.)
Peran PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dalam Meningkatkan Viabilitas Benih Rosella (Hibicus sabdariffa L.)
Peningkatan Produktivitas Pertanian,Era Society,4 Authors,Tuti Heiriyani
Abstract
Rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) adalah tanaman asli dari daerah yang terbentang mulai India hingga Malaysia, termasuk Indonesia. Namun di Indonesia pada kenyataannya pembudidayaan rosella merah masih terpusat di daerah-daerah tertentu seperti di pulau Jawa. Di Kalimantan Selatan, rosella mulai dikembangkan yaitu di desa Maburai Kabupaten Tabalong (laporan KKN, 2018). Mengingat manfaat rosella yang sangat baik bagi kesehatan yaitu kandungan antioksidan yang tinggi dari bunga rosella yang bisa menangkal radikal bebas dan menetralisir racun yang ada di jaringan dan sel-sel tubuh, juga menjaga kesehatan organ hati serta melawan bakteri yang masuk kedalam tubuh. Sehingga bunga rosella mulai dikembangkan untuk dijadikan produk minuman berupa sirup rosella. Untuk mendapatkan benih yang baik, daya berkecambah dan potensi tumbuh yang tinggi diperlukan teknologi perlakuan untuk menigkatkan viabilitas benih seragam dan bermutu. Penggunaan mikroorganisme rhizobakteri atau dikenal sebagai PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dapat memberikan daya kecambah dan percepatan tumbuh rosella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi perendaman dengan konsentrasi PGPR yang berbeda untuk mendapatkan viabilias yang terbaik. Rancangan yang digunakan adalah Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari KNO3 20 g.l-1 (k0), PGPR 5 ml.l-1 (k1), PGPR 10 ml.l-1 (k2) dan PGPR 15 ml.l-1 (k3). Faktor kedua adalah lama perendaman yaitu 8 jam (l1), 12 jam (l2) serta 24 jam (l3), perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PGPR dan perendaman terbaik dalam meningkatkan viabiltas benih rosella adalah pada perlakuan konsentrasi PGPR 5 ml dengan lama perendaman 8 jam (k1l1) dimana menghasilkan potensi tumbuh maksimum sebesar 85,33%.
