Peran Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Masyarakat Rentan di Kelurahan Sambung Jawa
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Masyarakat Rentan di Kelurahan Sambung Jawa
Nurdin Nurdin,Rintoh Rintoh,2 Authors,Asrawati Asrawati
Abstract
Penyuluh Agama Islam memainkan peran kritis sebagai mediator antara kebijakan pemerintah dan masyarakat, khususnya kelompok rentan di Kelurahan Sambung Jawa, yang meliputi lansia, fakir miskin, penyandang disabilitas, dan penghuni rumah tidak layak huni. Kelompok ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar akibat faktor sosial, ekonomi, dan fisik. Penelitian ini diarahkan untuk memahami bagaimana penyuluh Agama Islam berkontribusi dalam membimbing kelompok masyarakat yang rentan serta menilai sejauh mana pemerintah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Metode yang digunakan bersifat kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam, pengamatan langsung yang melibatkan partisipasi, serta analisis dokumen terkait. Sampel dipilih secara purposif, meliputi penyuluh agama, anggota majelis taklim, dan perwakilan pemerintah. Penyuluh agama berperan sebagai motivator, fasilitator, dan advokat melalui program majelis taklim (Nurul Aman Lepermi, Ar-Rahman, Assakinah), dengan kegiatan seperti bantuan material, konseling, dan advokasi hak-hak kelompok rentan. Dukungan pemerintah masih terbatas pada fasilitasi kegiatan dakwah tanpa pendanaan yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara penyuluh, pemerintah, dan LSM untuk mengoptimalkan pendampingan berbasis agama dan kebijakan inklusif.
