Pengaruh Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis: Studi Meta-Analisis
Pengaruh Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis: Studi Meta-Analisis
Bettri Yustinaningrum
Abstract
Beragamnya temuan penelitian yang mengkaji pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis menunjukkan adanya variasi hasil yang cukup signifikan, sehingga diperlukan suatu sintesis ilmiah untuk memperoleh kesimpulan yang lebih kuat dan menyeluruh. Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan meta-analisis guna menghitung dan membandingkan effect size dari berbagai penelitian sebelumnya. Tujuan utama penelitian ini adalah memperoleh gambaran empiris yang lebih akurat mengenai efektivitas model discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini mengikuti tahapan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA, mulai dari identifikasi, seleksi, hingga penentuan studi yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penyaringan tersebut, diperoleh 13 artikel jurnal dan 1 prosiding yang dipublikasikan pada rentang tahun 2018 hingga 2023. Seluruh data yang memenuhi syarat kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak OpenMEE untuk menghitung nilai effect size dan signifikansi statistik. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,002, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa model discovery learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, nilai estimate effect size sebesar 0,889 termasuk dalam kategori sedang hingga tinggi, yang menguatkan temuan bahwa model ini memberikan kontribusi yang cukup kuat terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
