UPDF AI

PENGARUH ANYAMAN BAMBU AMPEL SEBAGAI TULANGAN ALTERNATIF PELAT BETON TERHADAP KUAT LENTUR DAN POLA RETAK

Nanin Meyfa Utami,Erno Widayanto,Annisa Rahmadina,Trismi Ansyah Yogi Pratama

2026 · DOI: 10.32722/cmj.v8i1.8371
Construction And Material Journal · 0 Citations

Abstract

Beton merupakan material yang tersusun dari semen, agregat halus, agregat kasar, dan air. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi tetapi lemah terhadap gaya tarik, sehingga diperlukan tulangan untuk meningkatkan perilaku lenturnya. Tulangan baja umum digunakan, namun biaya dan keterbatasan ketersediaannya membuka peluang pemanfaatan material alternatif. Penelitian ini mengkaji anyaman bambu ampel sebagai pengganti tulangan baja pada pelat beton. Bambu ampel berdimensi 56 × 2 × 0,2 cm direndam selama tiga minggu dan dianyam menjadi empat konfigurasi: silang tunggal rapat, silang tunggal renggang 1 lapisan, silang tunggal renggang 2 lapisan, serta pelat pembanding bertulangan baja D8. Jumlah benda uji sebanyak 13 buah, terdiri dari tiga benda uji untuk setiap variasi bambu dan tiga benda uji pembanding bertulangan baja. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kapasitas lentur dan pola retak menggunakan pendekatan eksperimental dan teori garis leleh. Anyaman renggang 2 lapisan menghasilkan kapasitas lentur rata-rata tertinggi sebesar 4,85 kN·m, sedangkan pelat bertulangan baja mencapai 8,90 kN·m. Pola retak yang diamati umumnya berbentuk berpotongan, berawal dari tengah pelat dan menjalar ke tepi pelat, sehingga sesuai dengan teori garis leleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anyaman bambu ampel berpotensi digunakan sebagai alternatif tulangan, meskipun kapasitasnya masih berada di bawah tulangan baja.