UPDF AI

Penentuan Kadar Protein Beberapa Jenis Kacang (Kacang Merah, Hijau, Kedelai Segar) Untuk Penanganan Stunting Dengan Metode Kjeldahl Dan Spektrofotometri Visible

Fatin Fairuz Pasaribu,Anny Sartika Daulay,Ridwanto Ridwanto,Muhammad Amin Nasution

2025 · DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1085
Journal of Pharmacy and Science · 0 Citations

Abstract

Protein membantu tubuh untuk proses pertumbuhan dan mempertahankan jaringan serta menggantikan sel-sel yang rusak. Jika asupan protein balita tidak cukup selama masa pertumbuhannya, tumbuh kembang balita dapat terlambat dan masalah gizi terkait stunting dapat muncul. Dan tingkat kecukupan gizi protein berpengaruh terjadinya stunting. Salah satu bahan pangan lokal yang bergizi tinggi dan mudah diakses yang dapat digunakan sebagai makanan tambahan adalah kacang hijau, kacang kedelai memiliki sumber protein nabati terbaik, kacang merah kandungan protein antara 16% dan 20%, dan juga merupakan sumber mineral dan vitamin. Penelitian ini bertujuan dalam menentukan kadar protein pada beberapa jenis kacang (kacang merah, hijau, kedelai segar ) untuk penanganan stunting dengan metode kjeldahl dan spekfotometri visible. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kjeldahl cara sederhana untuk menetapkan nitrogen total pada sampel beberapa jenis kacang. Penelitian ini juga menggunakan metode spektrofotometri yang dapat menentukan kadar protein yang spesifik, mempunyai ketelitian tinggi dan dapat mengukur zat yang kecil. Kadar protein yang didapat  pada sampel pada metode kjeldahl yaitu kacang kedelai segar 35,19 gram,kacang hijau 33,7 gram dan kacang merah 28,68 gram per 100 gram sampel. Metode spektrofotometri yaitu kacang kedelai segar 29,09 gram, kacang hijau 17,82 gram dan kacang merah 13,61 gram per 100 gram sampel. Kadar protein pada sampel yaitu kacang kedelai segar, kacang hijau dan kacang merah dapat digunakan dalam penanganan stunting karena kadar yang didapat pada  ketiga sampel tersebut dapat mencukupi protein sehari-hari.