Pemetaan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting
Pemetaan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting
Budiyanto Ahaliki
2020 · DOI: 10.37905/JJI.V2I2.7308
8 Citations
Abstract
Penanganan Permukiman Kumuh Perkotaan di Kabupaten Bone Bolango merupakan bentuk program kerja dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam rangka upaya peningkatan kualitas kawasan perkotaan tanpa permukiman kumuh. Hasil data peninjauan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bone Bolango tahun 2019, terdapat 4 titik kawasan permukiman kumuh Perkotaan yang tersebar di 4 Desa yaitu Suwawa, Kabila, Tilongkabila, Tapa.
Masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam menangani masalah permukiman kumuh Perkotaan adalah belum adanya konsep penanganan kawasan permukiman kumuh dan pengelompokkan database kumuh berbasis spasial. Sehingga Pemerintah Kabupaten Bone Bolango sulit dalam mengambil keputusan penanganan kawasan permukiman kumuh Perkotaan.Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dianalisa konsep penanganan dan pengelompokkan database berdasarkan undang-Undang No.1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman yaitu dengan menggunakan 2 pola yaitu Pola Pencegahan dan Pola Peningkatan Kualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode analisis survey lapangan dengan pembagian kawasan permukiman kumuh Berat, Kumuh Sedang dan Kumuh Ringan serta penerapan metode SAW untuk melihat nilai bobot dari masing masing kriteria.Hasil analisa menggunakan Kedua Pola ini akan dibuatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisa Pola menggunakan 7 komponen yaitu komponen Bangunan Gedung, Jalan Lingkungan, Drainase Lingkungan, Air Minum, Air Limbah, Persampahan, Pengamanan Kebakaran. Sistem analisa SIG ini akan membantu Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam pengambilan kebijakan penanganan kawasan permukiman kumuh Perkotaan.