Optimalisasi Hasil Pembelajaran: Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Pendidikan Sejarah untuk Menganalisis Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Optimalisasi Hasil Pembelajaran: Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Pendidikan Sejarah untuk Menganalisis Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
M. Budiman
Abstract
Rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dapat berpengaruh pada hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah. Untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran baik yang ditujukan pada proses khususnya yang menyangkut aktivitas belajar baik anata guru dengan siswa, maka perlu digunakan pendekatan pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memperoleh data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif, dan kolaboratif. Setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas maka dapat diperoleh data-data hasil evaluasi kegiatan belajar siswa melalui ulangan ke 1 yaitu 68,30 (belum menggunakan pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw). Setelah menggunakan jigsaw maka hasil evaluasi kegiatan belajar siswa melalui ulangan meningkat menjadi 77,00 pada siklus I, 80,10 pada siklus II dan 82,90 pada siklus III. Adapun prosentase tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebelum menggunakan jigsaw adalah 44,74 %, setelah menggunakan jigsaw secara bertahap mengalami peningkatan dari 71,05 % pada siklus I, 84,21 % pada siklus II dan 97,37 % pada siklus III.
