Model Spatial Autoregressive (SAR) untuk Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kasus Pneumonia pada Balita di Sumatera Utara
Model Spatial Autoregressive (SAR) untuk Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kasus Pneumonia pada Balita di Sumatera Utara
Anggun Elni Novia,Susiana
Abstract
Pneumonia pada balita adalah peradangan pada paru-paru anak usia 0-5 tahun, di mana cairan mengisi alveoli paru-paru, menyebabkan hipoksia, dan dapat berujung pada kematian balita. Menurut laporan World Health Organization, sekitar 14% dari total kematian anak di seluruh dunia pada tahun 2019 disebabkan oleh pneumonia, dengan jumlah mencapai 740.180 anak. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kasus pneumonia, baik dari segi internal maupun eksternal. Untuk mengurangi tejadinya kasus pneumonia di Sumatera Utara, dapat dilakukan upaya dengan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi jumlah kasus pneumonia menggunakan Spatial Autoregessive Model. Spatial Autoregressive Model adalah model yang mengadopsi proses autoregressive, yang mengindikasikan adanya hubungan ketergantungan di antara sekelompok observasi atau lokasi. Penelitian ini menggunakan variabel kasus pneumonia sebagai variabel terikat (dependen), dan 6 variabel bebas (independen), yakni Kebiasaan Merokok Keluarga, pemberian ASI, gizi buruk, jumlah tenaga kesehatan, kepadatan hunian rumah dan kepadatan penduduk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model Spatial Autoregressive (SAR) dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran kasus pneumonia pada balita di Provinsi Sumatera Utara tahun 2020. Berdasarkan analisis penelitian didapat bentuk model yaitu , dengan faktor yang mempengaruhi seperti pemberian ASI eksklusif, gizi buruk dan jumlah tenaga kesehatan terhadap kasus pneumonia di Sumatera Utara. Kemudian didapat koefisien determinasi sebesar .
