UPDF AI

EVALUASI WEBSITE SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PROPINSI JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN EVALUASI BERBASIS KONTEN

S. Wibowo,Yosep Agus Pranoto,Kartiko Ardi Widodo,Moh. Miftakhur Rokhman

2019 · DOI: 10.36040/MNEMONIC.V2I2.83
1 Citations

Abstract

Semenjak ditemukanya internet sebagai salah satu media komunikasi dan informasi, website merupakan

produk teknologi informasi yang terbilang paling populer, namun terkadang banyak website yang hadir tanpa

kualitas yang bagus sehingga tidak dapat menyampaikan informasi yang dibawa. Kualitas sebuah website tentunya

tergantung kepada pengujian dan pengawasan terhadap kualitas website itu sendiri, termasuk website sekolahsekolah

di

Indonesia.

Jawa

Timur

adalah

salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki kuantitas dan kualitas

pendidikan yang sangat baik baik ditingkat SD hingga SMA. Banyak sekolah di Jawa Timur yang masuk dalam

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional meskipun kemudian kebijakan ini tidak dilanjutkan oleh pemerintah.

Website bagi sekolah adalah sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan juga sarana

komunikasi yang pada era sekarang sangat banyak digemari karena efektivitas dan efisiensi dari teknologi website

tersebut. Namun masih banyak ditemukan bahwa kualitas dan kuantitas informasi yang ada didalam konten

website sekolah yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Penelitian ini menggunakan beberpa kelompok parameter

konten yang digunakan untuk evaluasi website sekolah. Diantaranya adalah informasi kontak, admisi,

pemberdayaan alumni, profil, dan media sosial.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah yang ada di Jawa Timur sudah mulai menggunakan

website sebagai sarana penyampaian informasi melalui media online. Namun berdasarkan parameter yang

digunakan dalam penelitian ini, masih banyak ditemukan sekolah-sekolah yang belum mengoptimalkan website

yang dimilikinya. Sebanyak 8,33% sekolah yang benar-benar memanfaatkan konten informasi kontak yang jelas

dan lengkap dalam websitenya, 2,98% sekolah yang menyertakan informasi admisi, 7,15% yang menampilkan

profil alumni serta kegiatan alumni dalam websitenya, 27,68% yang secara detail menyampaikan profil sekolah,

serta hanya 2,08% yang memanfaatkan tautan media sosial dalam website sekolahnya.