UPDF AI

Evaluasi Digital Adherence Technology Berbasis Kode QR (Q-Monte) untuk Pemantauan Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis

Farid zulkarnain nur Syah,Noor Annisa Susanto,Akhmad Zainuri

2026 · DOI: 10.54445/pharmademica.v5i2.160
PHARMADEMICA Jurnal Kefarmasian dan Gizi · 0 Citations

Abstract

Kepatuhan pengobatan tuberkulosis (TB) merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun pemantauannya masih menjadi tantangan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Digital adherence technology (DAT) menawarkan pendekatan alternatif untuk memantau kepatuhan pasien secara lebih efisien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan awal penggunaan sistem DAT berbasis kode QR (Q-Monte) untuk pemantauan kepatuhan pengobatan TB di puskesmas. Penelitian ini merupakan pilot feasibility study dengan pendekatan observasional prospektif yang melibatkan 30 pasien TB rawat jalan di dua puskesmas di Kabupaten Malang. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi: pasien TB berusia ≥12 tahun, menjalani terapi oral obat antituberkulosis, memiliki smartphone berbasis Android dan nomor WhatsApp aktif, serta bersedia dipantau selama 30 hari. Pasien dengan ko-infeksi HIV, TB resisten obat (TB-MDR), berpindah fasilitas kesehatan selama periode observasi, atau memiliki komorbid stroke dieksklusi. Mayoritas subjek berjenis kelamin laki-laki (56,7%), berusia 45–54 tahun (30,0%), berpendidikan SMA/K (50,0%), dan tidak memiliki komorbid (80,0%). Kepatuhan diukur berdasarkan persentase hari dengan pemindaian kode QR, sedangkan kegunaan sistem dinilai menggunakan System Usability Scale (SUS). Hasil menunjukkan rata-rata kepatuhan pemindaian kode QR selama 30 hari sebesar 90,3%, dengan 46,7% pasien melaporkan pernah mengonsumsi obat tanpa melakukan pemindaian. Evaluasi kegunaan sistem menunjukkan skor SUS rata-rata 75,7 (kategori B). Temuan ini menunjukkan bahwa Q-Monte layak digunakan sebagai alat pemantauan kepatuhan pengobatan TB di fasilitas pelayanan kesehatan primer, meskipun optimalisasi dukungan teknis dan edukasi pengguna masih diperlukan untuk meningkatkan keandalan pencatatan kepatuhan digital.