Efektivitas konseling terhadap kepatuhan minum obat dan kendali parameter klinis pada pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS)
Efektivitas konseling terhadap kepatuhan minum obat dan kendali parameter klinis pada pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS)
Mutawalli Sjahid Latief,S. Chotimah
Abstract
Background: Keberhasilan terapi pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dengan diabetes melitus dan hipertensi sangat ditentukan oleh kepatuhan pengobatan dan pengendalian klinis yang efektif. Konseling terstruktur menjadi kunci dalam membangun kesadaran pasien, meningkatkan kepatuhan terapi, serta memaksimalkan hasil klinis untuk pengelolaan penyakit yang lebih baik dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas konseling terhadap kepatuhan minum obat di ikuti pengendalian kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi peserta Prolanis. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan pada 43 pasien Prolanis dengan teknik purposive sampling. Data kepatuhan diperoleh melalui kartu pemantauan minum obat dan rekam medis, sedangkan kadar HbA1c serta tekanan darah diukur sebelum dan setelah intervensi konseling. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Konseling terstruktur yang dilakukan pada pasien Prolanis efektif meningkatkan kepatuhan minum obat hingga 100% sesuai jadwal yang dianjurkan. Intervensi juga memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan kadar HbA1c sebesar 25,3% pada pasien diabetes melitus, serta menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 24,3% dan 17,18% pada pasien hipertensi.
Kesimpulan: Konseling terstruktur terbukti efektif meningkatkan kepatuhan minum obat serta pengendalian kadar HbA1c dan tekanan darah pada pasien Prolanis. Penerapan konseling rutin sangat direkomendasikan sebagai bagian integral pengelolaan penyakit kronis di pelayanan primer.