Analisis Penerapan Model Blended Learning dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa
Analisis Penerapan Model Blended Learning dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa
Pahmi Paturohman,Nur Hikmah Aprilia,Salma Kamila Insani
Abstract
Urgensi dari penelitian ini adalah untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam meningkatkan literasi digital siswa melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi model blended learning dan dampaknya terhadap pengembangan literasi digital siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini difokuskan pada siswa kelas XI di salah satu SMA di Yogyakarta yang telah menerapkan blended learning selama satu semester. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dari data, dengan validitas yang dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan blended learning secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital siswa di tingkat sekolah menengah. Integrasi pembelajaran daring dan tatap muka menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Mahasiswa sebagai peneliti menemukan bahwa siswa menunjukkan peningkatan dalam keterampilan berpikir kritis, kemandirian belajar, serta kemampuan mengevaluasi informasi digital secara bertanggung jawab. Blended learning juga mendorong kolaborasi virtual yang memperkuat komunikasi digital dan etika interaksi daring. Keberhasilan model ini tidak lepas dari peran guru sebagai fasilitator dan dukungan institusi pendidikan dalam menyediakan infrastruktur serta kebijakan yang mendukung. Temuan ini menjadi pijakan penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efektivitas model ini pada jenjang pendidikan lain dan dalam konteks sosial budaya yang lebih beragam.
