PENGARUH PEMINDAHAN SUTT 150 KV CELUKAN BAWANG – KAPAL TERHADAP ALIRAN DAYA SISTEM BALI
PENGARUH PEMINDAHAN SUTT 150 KV CELUKAN BAWANG – KAPAL TERHADAP ALIRAN DAYA SISTEM BALI
Muhammad Fauzi,I. Sukerayasa,W. G. Ariastina
Abstract
To meet the energy needs in Bali Island which is increasing by 6 9% in the next 5 years, the government has been working on the development of CelukanBawang power plant. The CelukanBawang power plant project completed since 2013 has been fully operational in August 2015 as an outlet for the transmission of 150kV Over Head Line. Related to the issue of social issues with the keyword of DesaCelukanbawang on the development which is the home for them SUTT, the PT PLN (PERSERO) is asked to implement a strategy for securing the distribution so that the Bali system is safe when the re-route SUTT route. From the simulation result using PSSE Tools, Bali's electric power flow is simulated in 3 scenarios. First scenario is switching off the Circuit 1 of Celukan Bawang – Kapal and Operate the power plants in accordance to their merit orders. Second scenario is switching off the circuit 1 of Celukan Bawang Kapal and dispatching the southern power plant optimally, and third scenario is switching off both of the circuit 1 and 2 of Celukan Bawang Kapal and operating the Southern power plant. Based on the results of the analysis of those three scenarios, it can be concluded that first scenario has more economic, reliable and quality than other scenarios. Intisari— Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Pulau Bali yang semakin meningkat sekitar 6 – 9 % dalam 5 tahun mendatang, pemerintah telah mengupayakan pembangunan PLTU Celukan Bawang. Proyek PLTU Celukan Bawang yang dikerjakan sejak 2013 ini telah beroperasi penuh pada bulan Agustus 2015 sebagai outlet untuk penyaluran transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV. Terkait masalah isu sosial dengan penolakan warga Desa Celukan bawang terhadap pembangunan yang melintasi rumah mereka dari SUTT, maka pihak PT.PLN (PERSERO) diminta untuk melakukan strategi untuk pengamanan penyaluran agar Sistem Bali aman saat reroute jalur SUTT. Dari hasil simulasi dengan menggunakan Tools PSSE, aliran daya listrik Bali disimulasikan dalam 3 skenario. Skenario 1 melepaskan 1 Sirkit Celukan Bawang – Kapal dan mengoperasikan Pembangkit sesuai dengan merit order, skenario 2 melepaskan 1 sirkit Celukan Bawang – Kapal dan mengoptimalkan Pembangkit di Jalur Selatan, dan skenario 3 dilakukan dengan melepas kedua sirkit Celukan Bawang – Kapal dan mengoperasikan pembangkit di jalur Selatan. Berdasarkan hasil analisis dari skenario berikut di peroleh skenario 1 memiliki kajian lebih ekonomis, andal dan bermutu dibandingkan skenario lainnya. Kata Kunci— Analisa Aliran Daya (Load Flow), re-route, PPSE. I. PENDAHULUAN Bali sebagai tujuan wisata Dunia mempunyai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yaitu sekitar 6 % per tahun (Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2016), demikian juga permintaan terhadap kebutuhan energi listrik, konsumsi energinya dari tahun 2010-2015 tumbuh sekitar 9% per tahun[1]. Kecenderungan peningkatan kebutuhan listrik tersebut telah mendorong upaya–upaya peningkatan penyediaan kapasitas pembangkit tenaga listrik maupun perluasan jaringan transmisi dan distribusi agar peningkatan kebutuhan energi listrik dapat terpenuhi. PT. PLN (Persero) sebagai barometer pelayanan World Class Service (WCS) yang sekarang ditingkatkan menjadi World Class Company (WCC) telah mengupayakan proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Celukan Bawang – Kapal yang merupakan outlet Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan memperluas jariangan transmisi di Bali. SUTT 150 kV Celukan Bawang–Kapal melintasi perkampungan Barokah, Dusun Pungkukan, Desa Celukan Bawang.Pemasangan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang melintasi pemukiman warga di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali ini berakibat penolakan oleh warga setempat dikarenakan kabel SUTT melintasi rumah warga.Dengan demikian, maka pihak PLN harus mengalihkan penghantar SUTT Celukan Bawang– Kapal dengan menggeser (re-route) tapak tower yang telah berdiri saat ini jauh dari pemukiman warga. Untuk menggeser (re-route) tapak tower dan mendesain ulang penghantar SUTT tersebut terlebih dahulu pihak PT. PLN (Persero) harus melakukan pembebasan tegangan pada kedua sirkit tersebut dan hal ini mengakibatkan penyaluran aliran daya di sisi 150 kV Sistem Bali berubah. Penelitian ini akan membahas kondisi pembebanan di Sub Sistem Bali untuk menjaga kontinyuitas aliran daya pada sistem Transmisi 150 kV di Bali dengan menganalisis aliran daya pada keadaan normal, dan kondisi aliran daya saat pembebasan tegangan pada penghantar SUTT Celukan Bawang – Kapal baik 1 (satu) sirkit maupun 2 (dua) sirkit menggunakan aplikasi PSS/E 33.5.
