UPDF AI

Estimasi Emisi Metana (CH4) di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Kota Pekanbaru Menggunakan Dispersi AERMOD

D. Lestari,Yulia Fitri,3 Authors,Selvia

2024 · DOI: 10.31815/jp.2024.19.14-22
Jurnal Permukiman · 0 Citations

Abstract

Metana yaitu satu jenis gas pembentuk efek rumah kaca yang mempunyai kekuatan potensial 21 kali lebih besar dari pada karbon dioksida (CO2). Oleh karena itu, perlu dilakukan estimasi kualitas polutan yang dilepaskan oleh TPA di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi jumlah metana yang diemisikan dari TPA Muara Fajar 2 Kota Pekanbaru dengan menggunakan model Landfill Gas Emissions (LandGEM). AERMOD digunakan untuk memodelkan sebaran polutan yang dihasilkan oleh TPA. Model ini membutuhkan data meteorologi seperti suhu, temperatur, kecepatan dan arah angin, radiasi, tekanan udara, tutupan awan, kelembaban dan ketinggian dasar awan. Parameter meteorologi yang dipakai pada penelitian ini adalah data meteorologi yang didapatkan dari Climate Data Store (CDS) Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak emisi metana yang dihasilkan TPA Muara Fajar 2 sebesar 19.290 Mg/tahun pada tahun 2049. Penyebaran polutan menunjukkan hasil bahwa pada tahun 2019 sebagian besar wilayah TPA Muara Fajar 2 berkonsentrasi sebesar 7813 μg/m3 hingga 781311 μg/m3. Namun pada tahun 2022 konsentrasi tersebut meningkat menjadi sebesar 9013 μg/m3 hingga 901311 μg/m3. Peningkatan tersebut dipengaruhi dengan peningkatan emisi metana yang dihasilkan dari timbulan sampah di TPA Muara Fajar 2 Kota Pekanbaru. Polutan gas metana yang dihasilkan oleh TPA Muara Fajar 2 Kota Pekanbaru diperkirakan berada dalam rentang 10,67 ppm hingga 13,72 ppm sehingga tidak memberi dampak bagi lingkungan sekitar dan para pekerja di TPA Muara Fajar 2 Kota Pekanbaru.